Bertemu Akrab, Ajang Sinergi Bersama

good to great national gathering air minum biru

Cuaca Yogyakarta bersahabat kala itu. Di salah satu sudut lobi Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel tertata rapi meja dan kertas berisi daftar tamu istimewa. Tak berselang lama sejumlah orang datang bahkan ada yang berombongan. Saling sapa, jabat tangan, dan suara tawa terasa begitu hangat membahana. Bagai kawan akrab, inilah ajang pertemuan Franchisor Biru dengan para Franchisee-nya. Setelah bertemu dan lebih akrab, siap bersinergi untuk memperbesar jaringan waralaba Biru adalah tujuan bersama.

Mengusung tema “Good to Great” Franchise Depo Air Minum Biru mengambil langkah penting dengan menyelenggarakan NationalGathering pertamanya. Sebanyak 80 Franchisee ambil bagian dengan hadir selama dua hari pada 26 hingga 27 Agustus 2016 lalu. Selain bisa mengenal tim dari Franchisor dengan lebih akrab, para Franchisee bisa saling berkomunikasi dan mendapatkan sesi edukasi. Humphrey Rusli dari Bara Coaching – ActionCOACH Indonesia hadir sebagai Coach bagi para Franchisee.

Sesi edukasi bisnis dikemas menarik oleh Humphrey. Sesekali celetukan dari Franchisee terlontar kala materi bisnis disampaikan. Tak pelak, ini menciptakan suasana tawa renyah yang menambah keseruan National Gathering pertama Franchise Biru ini.

“Six Steps to Massive Result” merupakan materi edukasi bisnis yang dibawakan Humphrey. Franchisee Biru beruntung karena materi yang dibawakan adalah intisari dari materi ActionCOACH yang sudah dipraktekkan oleh ratusan bahkan ribuan bisnis di seluruh dunia.  Tujuan utamanya adalah mentransformasi bisnis dari sekedar semata pekerjaan atau kesibukan pemilik bisnis menjadi satu sistem bisnis yang dapat terus menghasilkan profit dan cashflow yang berkelanjutan bagi pemilik bisnis, tanpa tergantung pada keterlibatan pemilik bisnis secara langsung.

Humphrey memaparkan bahwa Franchisee Biru harus melihat bisnisnya sebagai sebuah mesin yang bisa dioptimalkan untuk bekerja secara konsisten. Serta tidak tergantung terlalu banyak dengan individu tertentu dalam teamnya. Tetapi lebih menitik beratkan pada sistem. Franchisee sebagai pengusaha juga supaya bisa membuat prediksi cashflow yang cukup akurat setiap bulannya, serta dapat mendaya gunakan mesin bisnisnya untuk menjadi asset berarus kas positif (positive cashflow) untuk nantinya menciptakan aset-aset baru kedepannya.

Pebisnis berpengalaman, lanjut dia, pasti menomorsatukan ‘leverage’ atau daya-ungkit sistem sebagai faktor penggerak utama dalam mengembangkan usahanya. Franchisee Biru sangat paham hal ini dengan memilih bergabung dengan Biru yang sudah menyiapkan sistem yang baik sehingga proses  trial and error dalam menjalankan bisnis bisa dieliminasi.

“Ini berarti cost of starting a business bisa ditekan di level yang sangat rendah,” katanya.

Dirinya berharap Franchisee Biru bisa menambah semangat belajar dan terus mengembangkan usahanya. “Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menemani proses belajar selama 2 hari bersama-sama franchisee BIRU. Sukses selalu dan Salam The Next Level!,” tulisnya via pesan WhatsApp.

Setelah sesi edukasi bisnis dari Action Coach, giliran CEO PT. Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso, berbagi materi bisnis “The 8th Habit” dari Stephen Covey. “The 8th Habit” adalah hasil studi dan pemikiran Sang Guru dunia itu tentang kebiasaan manusia pekerja, yang akan mentransformasikannya dari efektif menjadi great atau luar biasa!

Suasana makin menghangat kala Tim dari Tanzil and Associates masuk memberikan pemahaman mengenai perpajakan. Terlebih lagi ditengah isu Tax Amnesty yang terus menarik diperbincangkan. Momen inilah yang cukup
ditunggu banyak Franchisee Biru dikarenakan pengetahuan dan informasi yang benar mengenai perpajakan yang masih dirasa kurang.

Tak hanya sesi edukasi bisnis saja yang diberikan oleh Biru kepada Franchiseenya. Dalam Gathering tsb, Biru juga memberikan games ” Bahaya Kesehatan Makan Air” yang digeber oleh Ruaniwati dari Dash & Associates. Ruaniwati memberikan sejumlah kuis bertema video klip “Makan Air” yang kini menjadi fokus kampanye Biru. Tak tanggung-tanggung, Ruaniwati mengguyur Franchisee dengan berbagai voucher desain dari Dash hingga senilai puluhan juta rupiah.

“Setelah seharian materi bisnis, kita harap bisa menggembirakan Franchisee Biru dengan memberikan kuis. Kami mau Franchisee Biru juga bisa aware
terhadap kampanye makan air yang sedang berlangsung,” katanya.

Ruaniwati berharap Franchisee Biru bisa sepenuhnya bersama Franchisor dalam kampanye bahaya makan air. Salah satu yang bisa dilakukan adalah aktif
dengan melakukan share konten dari Facebook dan Instagram Air Minum Biru kepada teman dan grup media sosialnya. Karena itu, lanjut dia, dukungan Franchisee sangat dibutuhkan dalam kampanye ini.

National Gathering Franchise Biru juga berisi cerita kemitraan Biru dengan Bank Panin. Pengembangan Gerai Biru milik sendiri (Gerai Sendiri) jelas membutuhkan pembiayaan. Pun demikian yang akan dialami para Franchisee. Hal inilah yang ditawarkan kepada Franchisee Biru jika ingin mengembangkan gerai-gerai selanjutnya.

“Kemitraan ini pertamakalinya bukan dari Biru yang datang ke Panin. Tapi Bank Panin lah yang datang menawarkan ke Biru dari salah satu gerai mereka yang sangat ramai di Rungkut Asri Surabaya. Buat kami ini peluang dan Biru juga melihatnya dengan cara yang sama,” kata Bagus, Tim Bank Panin yang hadir
dalam National Gathering.

Sesi foto bersama pun, menjadi kegiatan menarik berikutnya. Franchisee saling berbaris bersama tim dari Franchisor serta Coach Humphrey dan
pembicara lain –Tim Manajemen Perpajakan Tanzil dan Pembiyaan Bank Panin.

Diakhir sesi Gathering, keriuhan juga terjadi tatkala puluhan Franchisee berlari dan berebut posisi terdepan menjadi “Dedicated Franchisee”. Achmad
Rudi, Franchisee dari Surabaya mendapatkan ‘pole position’ hingga mendapatkan nomor antrian pertama. Para Dedicated Franchisee ini berhak memilih Wilayah Pemasaran Premium yang ditawarkan oleh Franchisor. Total
ada 16 WP Premium yang diminati Franchisee.

Pasca ditutup, cerita dari National Gathering masih belum berakhir.
Sejumlah Franchisee memilih foto bersama dengan background “Wall of Fame” yang disediakan. Saling upload foto dan berbagi komentar di Grup WhatsApp seolah saling bersahutan. Berbagai gaya kekinian para Franchisee dengan tebaran senyum yang memenuhi Grup WhatsApp FokusBIRU seolah menjadi kado manis bagi tim dari Franchisor meski lelah menyiapkan National Gathering pertama itu.

“Many thanks pak Yantje dan seluruh tim Biru sehingga Gathering dan seminarnya berjalan dengan sukses. Bagi saya ini merupakan suatu titik awal
yang baik untuk mengalami perubahan yang radikal. Ibarat proses metamorfosis yang menghasilkan kupu-kupu yang indah. Semoga mindset dan
passion kami juga mengalami lompatan yang luar biasa dan indah dengan mencintai serta menekuni bisnis Biru ini,” tulis Holy Eko, Franchisee Taman
Royal dan Dasana – Tangerang.

Franchisee lain, Evan pemilik gerai Sukamenak Bandung menulis, “Terima kasih untuk pak Yantje, Bu Feni dan team-work NationalGathering Franchise
Biru atas pembelajaran yang berharga buat saya. Semoga bermanfaat juga buat
semua Pimpinan Gerai. Tuhan memberkati,” tulisnya.

Komentar menarik juga datang dari Franchisee 7 Gerai di Jakarta dan Bekasi, Dian Risantani. “Kapan ya ada sesi selanjutnya. Bisa coaching berjamaah
lagi,” tulisnya.

“Kesempatan langka dan bersejarah yang pertama ini adalah sesuatu yang baik. Saya berterima kasih karena sudah memberikan dan mengupayakan waktunya untuk hadir disini,” kata Yantje Wongso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *