Kualitas Jadi Unggulan

marketing award indonesia 2017

Sumber Majalah Marketing Edisi September 2017 Halaman 80 – 81

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), konsumsi AMDK tumbuh 12,5% per tahun selama 2009-2014, volume penjualan AMDK mencapai 12,8 miliar liter dan meningkat menjadi 23,1 miliar liter pada tahun 2014. Hingga kuartal pertama 2015, penjualan AMDK tembus 5,8 miliar liter. Meski begitu, Aspadin mencatat konsumsi AMDK per kapita di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Indonesia mengonsumsi 91,04 liter per kapita per tahun, lebih kecil dibandingkan Tiongkok maupun Thailand.

Secara volume, konsumsi AMDK menyumbang sekitar 85% dari total konsumsi minuman ringan di Indonesia. Sedangkan nilai pasar industri AMDK nasional pada tahun 2013 mencapai US$1,67 miliar — tumbuh rata-rata 11,1% per tahun hingga tahun 2017. Nyatanya, nilai pasar yang menggiurkan memberi peluang bisnis bagi usaha depo air minum isi ulang di Indonesia. Salah satu pemain yang merangsek masuk ke segmen depo air minum isi ulang adalah PT Biru Semesta Abadi dengan merek Biru.

Depo air minum Biru berdiri pertama kali pada 22 mei 2002 dengan kategori usaha sebagai air minum isi ulang, sebuah konsep usaha baru yang lahir tahun 1998. Konsep usaha baru ini mengedepankan air minum dengan harga (super) murah, yakni kurang lebih hanya sepertiga dari AMDK. Sayangnya, harga yang sangat murah secara tidak langsung memberikan penilaian rendah terhadap kualitas air tersebut. Tahun 2004, kategori usaha air minum isi ulang diganti oleh pemerintah sebagai depo air minum (DAM).

Biru sendiri hadir di katergori ini dengan optimistis bahwa kualitas depo air minum bisa setara dengan AMDK, namun tetap mempertahankan kesamaan harga dengan pasar tertinggi DAM. “Biru adalah merek DAM pertama dan memimpin sampai kini. Kami memahami bahwa kebutuhan masyarakat akan air minum sehari-hari adalah air minum yang murah namun tetap memiliki kualitas terbaik. Inilah value yang ditawarkan Biru”, kata Yantje Wongso, Founder & Director PT Biru Semesta Abadi.

Tak heran jika Biru menjadi market driving. Selain memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari akan air minum, Biru juga mematok harga murah namun berkualitas. Untuk itu, Biru pun melancarkan dua strategi jitu. Pertama, memberikan kualitas teknis yang dicapai dengan teknologi orisinal di kategori usaha DAM, yakni teknologi 100% ozon. Teknologi ini digunakan untuk memastikan kualitas air minum yang terbaik. Setiap bulan, dilakukan pengujian kualitas teknis secara konsisten melalui pemeriksaan laboratorium. Kedua, kualitas persepsi yang diukur dua kali dalam setahun melalui prosedur monitoring seluruh gerai Biru secara nasional.

“Ada 1.000 poin penilaian yang mendefisikan kualitas persepsi gerai Biru. Hasil monitoring seluruh gerai diurutkan dan diukur nilai rata-rata dan sebarannya. Tren hasil monitoring ini menunjukkan pergerakan dari kualitas persepsi gerai Biru, ” papar Yantje. Termasuk juga strategi dalam menetapkan harga.

Terkait dengan strategi penyebaran, dia memaparkan bahwa perluasan layanan untuk pemenuhan kebutuhan pasar dilakukan dengan membangun sistem jaringan waralaba. Meskipun bersifat waralaba, Biru tetap menjaga kepuasan pelanggan dengan memberikan “Garansi 100% Puas” — Garansi terhadap semua keluhan dengan memberikan penggantian produk atau pengembalian uang. Ada juga layanan pelanggan melalui nomor hotline yang ada di setiap gerai Biru, tujuannya menunjang fungsi kontrol terhadap indikator kepuasan pelanggan.

Dengan melakukan edukasi pasar secara terus-menerus sejak tahun 2002, usaha depo air minum Biru kian berhasil dan berlanjut hingga saat ini. Pada 2006, perusahaan berhasil meluncurkan Biru sebagai merek waralaba yang pertama di kategori DAM. Pencapaian ini berhasil masuk Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada Maret 2007.

“Biru berupaya memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat, termasuk pelanggan segmen menengah atas. Umumnya, semua franchisee Biru merupakan pelanggan air minum Biru sebelumnya. Setelah membuka gerai Biru, secara tidak langsung mereka adalah pengguna air minum Biru,” ujar Yantje, Untuk menjadi franchisee Biru, nilai investasi yang ditawarkan lebih dari Rp.1 Miliar per gerai. Tak heran jika segmen yang dibidik pun termasuk kalangan menengah atas.

Dia juga mengklaim bahwa Biru merupakan pemimpin pasar depo air minum di Indonesia. Pertumbuhan Biru dapat dilihat dari berbagai indikator, antara lain depo air minum Biru telah tumbuh mencapai 281 gerai di 27 kota besar di Indonesia. Ditambah, Biru merupakan franchise yang satu-satunya memiliki izin franchise resmi sehingga dapat dikatakan memimpin dengan kuat melalui kekuatan jaringan waralaba. Sedangkan untuk penjualan, per Juni 2017 depo air minum Biru menjual lebih dari 126 juta botol galon (isi 19 liter). Sementara penjualan di tahun 2016 mencapai 26,5 juta galon (isi 19 liter), atau setara dengan 503 juta liter.

Oleh: Fisamawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *