Waralaba Depo Air Minum Biru; Gross Margin-nya 65%

air-minum-biru-duriko-sambi

Tidak sedikit orang yang menganggap sebelah mata bisnis air minum isi ulang, tidak sedikit juga yang meragukan kualitas airnya. Anggapan tersebut wajar saja jika dihubungkan dengan depo air minum konvensional. Akan tetapi, rasanya anggapan tersebut sudah tidak tepat lagi jika dihubungkan dengan Waralaba Depo Air Minum Biru. Apalagi setelah mengetahui detail keunggulan dan profit yang bisa dihasilkan.

Mari berbicara kualitas. Waralaba Depo Air Minum Biru menawarkan kualitas sekelas Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) namun dengan harga air minum isi ulang. Depo Air Minum Biru menggunakan poses teknologi OZON yang merupakan standar industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Dengan kapasitas mesin yang sesuai (hingga 100%). Namun, harga yang dipatok ke konsumen senilai dengan air minum isi ulang pada umumnya.

“Apakah Ada bisnis yang bisa memberikan kualitas air minum yang bagus dengan harga yang murah? Atau, adakah perusahaan AMDK yang harganya sama dengan air minum isi ulang? Atau adakah bisnis air minum isi ulang yang sekualitas dengan AMDK? Jawabannya hanya satu, Depo Air Minum Biru,” jelas Yantje Wongso, owner Depo Air Minum Biru.

Selain itu, tawaran profit pun menggiurkan. Mitra bisa meraup gross margin sebesar 65%. Wow! Dari margin tersebut, mitra hanya menyisihkan gaji untuk pegawai, royalty fee, dan operasional selama sebulan. Dan layak menjadi perhatian, tidak banyak bisnis yang menawarkan gross margin hingga 65%.

Tentu saja hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri dibandingkan bisnis lain. Ambil contoh bisnis mini market secara umum. Omset yang bisa dihasilkan memang besar, namun belum tentu ada “isinya”. Berbeda dengan Waralaba Depo Air Minum Biru. Memang omsetnya kecil, tapi sisanya (profit) banyak.

“Pada awalnya, harus diakui banyak yang meremehkan tingkat keuntungan usaha Biru. Akan tetapi, mari kita hitung faktanya. Misalkan saja, per hari menjual 400 galon x Rp 6 ribu = Rp 2,4 juta. Memang terkesan kecil, tapi setelah dihitung berdasarkan gross margin yang akan didapat mitra, angka tersebut sangat besar. Coba dikalikan sebulan atau 30 hari?,” tukas Yantje.

Yantje menambahkan, umumnya di brosur promosi gross margin tercantum angka 65%, tapi dalam kenyataannya bisa lebih mencapai 75%. Belum lagi jika harga bahan pokok yaitu air baku bisa lebih rendah, dipastikan akan menuai profit yang lebih tinggi. Sebab, HPP sangat-sangat minim yaitu hanya air, tutup galon, dan tisu. Kerjanya pun jauh lebih simple, hanya menjual satu produk saja yang memang produk tersebut benar-benar dibutuhkan manusia setiap harinya.

Dan yang paling menarik di bisnis Depo Air Minum Biru adalah tidak ada hutang dan tidak ada piutang. Simple. “Pengalaman kami, ada seorang ibu rumah tangga yang mampu menangani 5 depo. Bahkan, hasil yang didapatnya bisa jauh melebihi gaji yang diterima suaminya setiap bulan. Ditambah lagi, produk air minum tidak akan pernah basi, sehingga di bisnis ini tidak ada barang yang terbuang. Juga relatif aman dari risiko dicuri karena tidak ada barang jualan yang bernilai komersial sangat tinggi. Air galonan khan cukup besar dan berat dan juga nilai per galonnya tidak mahal,” pungkas Yantje.

So, sudah dihitung secara detail? Bukankah Waralaba Depo Air Minum Biru memang sebuah bisnis yang mampu menuai profit yang legit? Ayo, klik Depo Air Minum Biru untuk bergabung bersama 215 mitra yang sudah menikmati profitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *